KEKUATAN PIKIRAN
(MIND POWER)
Dalam
al-Khawatir, Syekh Muhammad Mutawalli
al-Sya’rawi mengatakan, “Pikiran adalah alat ukur yang digunakan manusia untuk
memilih sesuatu yang bernilai baik dan lebih menjamin masa depan diri dan
keluarganya.” Dengan berfikir, kata James Allan, seseorang bisa menentukan
pilihannya. Dalam Psikologi-sosial, ilmuan mendefinisikan “berfikir” sebagai
bagian terpenting yang membedakan manusia dari binatang, tumbuhan, dan benda
mati. Dengan berfikir, manusia bisa membedakan antara yang bermanfaat dan yang
tidak bermanfaat, antara positif dan yang negatif. Dengan Begitu, ia bisa
memilih yang cocok bagi dirinya dan bertanggung jawab atas pilihannya.
Dalam Aladdin Factor karya Jack Canfield dan Mark Viktor Hansen
menyebutkan bahwa setia hari manusia menghadapi lebih dari 60.000 pikiran.
Satu-satunya yang dibutuhkan sejumlah besar pikiran ini adalah pengarahan. Jika
arah yang ditentukan bersifat negatif maka sekitar 60.000 pikiran akan keluar
dari memori ke arah negatif. Sebaliknya jika pengarahannya positif maka
sejumlah pikiran yang sama juga akan keluar dari ruang memori ke arah positif.
Pada
1986, penelitian Fakultas Kedokteran di San Frasncisco menyebutkan bahwa lebih
dari 80% pikiran manusia bersifat negatif. Hasil penelitian ini memperkuat
pernyataan bahwa nafsu cenderung menyuruh ke arah keburukan.
Ada Delapan Belas prinsip “Kekuatan
Pikiran“ yaitu:
1.
Pikiran memiliki program yang kuat,
2.
Pikiran membuat file-file akal,
3.
Pikiran memengaruhi pola pikir (mindset),
4.
Pikiran memengaruhi persepsi,
5.
Pikiran memengaruhi fisik,
6.
Pikiran memengaruhi perasaan,
7.
Pikiran memengaruhi perilaku,
8.
Pikiran memengaruhi hasil,
9.
Pikiran memengaruhi citra diri,
10. Pikiran
memengaruhi penghargaan terhadap diri sendiri,
11. Pikiran
memengaruhi rasa percaya diri,
12. Pikiran
memengaruhi kondisi jiwa,
13. Pikiran
memengaruhi kesehatan,
14. Pikiran tidak
mengenal jarak,
15. Pikiran
melampaui batas zaman,
16. Pikiran
melampaui faktor waktu,
17. Pikiran
memengaruhi hukum akal bawah sadar, dan,
18. Pikiran dan mata
rantai persepsi.
Sebagian besar manusia mengidap penyakit kejiwaan.
Sebagian orang merasa cemas dan takut menghadapi masa depan atau sesuatu yang
tidak jelas. Sebagian orang merasa gelisah dan frustasi. Sebagian orang merasa
kesepian meski bergelimang materi dan banyak keluarga. Penyakit kejiwaan ini
kita lihat menjangkiti anak manusia tanpa pandang bulu, termasuk kaum remaja.
Menurut hasil penelitian sebuahlembaga yang mengkaji masalah kejiwaan dan
fisiologis di New Zealand, angka bunuh diri di dunia meningkat dari 14% pada
1995 menjadi 23% pada 2005. Fenomana mencengangkan ini di sebabkan oleh
kemajuan dan pertumbuhan yang begitu cepat, perubahan, persaingan, kehilangan
semangat, dan desakan internal.
Dalam
Energy Medicine Dr. Herbert Spencer
dari Universitas Harvard mengatakan bahwa jiwa dan tubuh saling melengkapi. Dia
juga mengatakan bahwa lebih dari 90% penyakit tubuh disebabkan oleh jiwa.
Disebutkan bahwa apa yang dipikirkan oleh jiwa berpengaruh pada seluruh anggota
tubuh bagian luar, baik pada ekspresi pada wajah maupun gerakan tubuh. Pikiran
jiwa berpengaruh pada anggota tubuh bagian dalam, seperti bertambahnya detak
jantung, suhu tubuh, proses bernapas, dan tekanan darah yang ikut mempengaruhi
liver, ginjal, limpa, lambung, paru-paru, dll.
Saya
akan berbagi sedikit pengalaman tentang kekuatan pikiran yang saya alami. Yakni
ketika saya sakit, selalu saja datang dipikiran saya tentang pikiran negatif
tentang suatu penyakit, yang mana penyakit ini tidak lama saya derita, sekitar
2 - 3 mingguan. Jujur saya menderita dengan penyakit yang saya derita, tapi
saya positive thingking aja, berhusnuzdan kepada Allah, dan beroda memohon
untuk meminta kesembuhan, dan saya setiap hari selalu berkata “aku sehat, aku kuat,
aku tidak boleh sakit”, dan dalam waktu seminggu, penyakit saya itu
alhamdulillah hilang sedikit demi sedikit, terimakasih Ya Allah. Kesimpulannya,
dengan kita berfikir positif maka akan mengalirkan energi positif keseluruh tubuh dan akan membuat pola pikir sehingga
kita menjadi kuat dalam menghadapi segala penyakit, janganlah kita berbicara
“aku tidak kuat lagi menghadapi penyakit ini, aku tidak sanggup dengan rasa
sakit ini”, dll. Itu akan mempengaruhi pola pikir kita sehingga menyebabkan
kita menjadi lemah.
Ya mungkin sekian postingan dari saya, semoga dapat
bermanfaat bagi teman-teman semua 😊. Terima Kasih yang sudah berkunjung...


Komentar
Posting Komentar